Buku ini adalah kumpulan 17 kisah dari Matsuda Aoko dengan tema 'Yokai' (atau hal-hal gaib di Jepang) yang menurut saya menarik. Beberapa kisah saling tersambung, walau ada pula kisah yang rasanya sedikit kecewa karena harus selesai dengan akhir cerita yang tak jelas atau flat. Namun secara keseluruhan, rasanya pantas jika buku ini mendapatkan beberapa penghargaan.
Reviews and Comments
I just want to keep track of my reading progress. Don't want to compete with others who can read the most books.
This link opens in a pop-up window
Hiki reviewed Where the Wild Ladies Are by Aoko Matsuda
17 cerita pendek dengan tema 'Yokai' yang menarik
4 stars
Buku ini adalah kumpulan 17 kisah dari Matsuda Aoko dengan tema 'Yokai' (atau hal-hal gaib di Jepang) yang menurut saya menarik. Beberapa kisah saling tersambung, walau ada pula kisah yang rasanya sedikit kecewa karena harus selesai dengan akhir cerita yang tak jelas atau flat. Namun secara keseluruhan, rasanya pantas jika buku ini mendapatkan beberapa penghargaan.
Hiki reviewed Credit Roll of The Fool by Honobu Yonezawa (Hyouka, #2)
Hyouka: edisi 2 review
4 stars
Dari buku kedua ini, saya menyimpulkan bahwa "Hyouka" jauh lebih menarik dalam bentuk novel dibandingkan dengan Anime-nya. Di buku kedua ini banyak detail-detail yang menarik yang luput dari anime, terutama di bagian penutup.
Dari buku kedua ini, saya menyimpulkan bahwa "Hyouka" jauh lebih menarik dalam bentuk novel dibandingkan dengan Anime-nya. Di buku kedua ini banyak detail-detail yang menarik yang luput dari anime, terutama di bagian penutup.
Hiki reviewed Orang Pertama Tunggal by Haruki Murakami
Orang Pertama Tunggal: sebuah review
4 stars
Buku ini merupakan buku kumpulan cerita pendek kedua dari Murakami-sensei yang saya baca. Tak seperti "Blind Willow, Sleeping Woman", gaya penulisan Murakami-sensei di buku ini terasa lebih matang. Cerita favorit saya dalam buku ini adalah kisah orang pertama yang bertemu serta mengobrol-ngobrol dengan monyet saat menginap di penginapan, yang rasanya tersambung pada cerita pendek "Shinagawa Monkey" di buku "Blind Willow, Sleeping Woman."
Buku ini merupakan buku kumpulan cerita pendek kedua dari Murakami-sensei yang saya baca. Tak seperti "Blind Willow, Sleeping Woman", gaya penulisan Murakami-sensei di buku ini terasa lebih matang. Cerita favorit saya dalam buku ini adalah kisah orang pertama yang bertemu serta mengobrol-ngobrol dengan monyet saat menginap di penginapan, yang rasanya tersambung pada cerita pendek "Shinagawa Monkey" di buku "Blind Willow, Sleeping Woman."
Hiki reviewed Secrets of Divine Love by A. Helwa
Life-changing!
4 stars
Sebelum membaca buku ini, saya adalah seorang muslim yang merasa putus asa akan hidup, bahkan sampai pada tahap meragukan akan adanya Tuhan. Namun, saat membaca buku ini, semuanya berubah. Dari bab awal hingga akhir, saya mendapatkan perspektif baru akan cinta serta kasih sayang Tuhan kepada diri saya, serta bagian-bagian lain yang penting dalam Islam. Pintu keraguan saya pun tertutup, dan pintu-pintu lain mengenai Tuhan serta Islam pun terbuka lebar. Saya berterimakasih banyak kepada penulis yang memberikan perspektif menarik kepada diri saya, dan karenanya pula saya ingin membaca buku-buku lain dengan tema serupa.
Hiki reviewed Blind Willow, Sleeping Woman by Haruki Murakami
Kumpulan cerita pendek dari Haruki Murakami
4 stars
Buku yang sudah saya baca berulang kali dan tetap tak bosan dibuatnya.
Beberapa cerita pendek di dalam buku ini ada yang menarik (bahkan ceritanya dimasukkan ke dalam novel), dan ada pula yang menurutku kurang menarik. Lalu, di bagian pengantar buku ini juga menjelaskan mengapa Murakami-sensei menulis cerita pendek.
Cerita pendek yang saya suka pada buku ini: The Birthday Girl.
Hiki reviewed Novelis Sebagai Panggilan Hidup by Haruki Murakami
Biografi kedua dari Haruki Murakami yang kubaca
5 stars
Ini adalah biografi kedua dari Haruki Murakami yang kubaca setelah buku "What I Talk About When I Talk About Running."
Dibandingkan dengan biografi Murakami-sensei yang kubaca sebelumnya, buku ini terasa jauh lebih berkesan. Gaya tulisannya terasa tak ada maksud untuk menggurui pembacanya, namun dikemas menarik dan tentunya menginspirasi. Selain menarik, di buku ini juga mengisahkan bagaimana perjalanan Mukarami-sensei sebagai penulis, kehidupannya sehari-hari, kebiasaannya, hingga kisah ia merantau ke Amerika Serikat.
5 Stars!
Ini adalah biografi kedua dari Haruki Murakami yang kubaca setelah buku "What I Talk About When I Talk About Running."
Dibandingkan dengan biografi Murakami-sensei yang kubaca sebelumnya, buku ini terasa jauh lebih berkesan. Gaya tulisannya terasa tak ada maksud untuk menggurui pembacanya, namun dikemas menarik dan tentunya menginspirasi. Selain menarik, di buku ini juga mengisahkan bagaimana perjalanan Mukarami-sensei sebagai penulis, kehidupannya sehari-hari, kebiasaannya, hingga kisah ia merantau ke Amerika Serikat.
5 Stars!
Hiki reviewed Nyaman Tanpa Beban by Kim Suhyun
Karya kedua Kim Suhyun yang kubaca
4 stars
Setelah membaca buku sang penulis dengan judul "Hidup Apa Adanya", kali ini saya melanjutkan baca buku ini.
Buku yang menurutku sangat menarik, bahkan sangat cocok bagi mereka yang memasuki usia pertengahan 20 hingga 30-an. Kisah-kisah serta nasihat Kim Suhyun sangatlah relate dengan pemuda-pemudi yang sedang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan. Nasihat Kim Suhyun menurutku terasa seperti teman dekat yang suportif, yang seakan-akan berkata kepada pembaca "hidup ini memang sulit, namun kalau itu yang kaumau, aku akan mendukungmu". Seperti itulah apa yang saya rasakan.
Setelah membaca buku sang penulis dengan judul "Hidup Apa Adanya", kali ini saya melanjutkan baca buku ini.
Buku yang menurutku sangat menarik, bahkan sangat cocok bagi mereka yang memasuki usia pertengahan 20 hingga 30-an. Kisah-kisah serta nasihat Kim Suhyun sangatlah relate dengan pemuda-pemudi yang sedang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan. Nasihat Kim Suhyun menurutku terasa seperti teman dekat yang suportif, yang seakan-akan berkata kepada pembaca "hidup ini memang sulit, namun kalau itu yang kaumau, aku akan mendukungmu". Seperti itulah apa yang saya rasakan.
Kesan saya setelah membaca buku ini
3 stars
Buku ini saya dapatkan secara tak sengaja saat mengunjungi perpustakaan umum.
Buku ini sebetulnya menarik. Ada bagian dimana saya terhibur dengan nasihatnya. Namun ada pula bagian-bagian dalam buku ini yang membuat saya merasa "wah, apa yang dikatakan penulis tidak bisa diterapkan karena tidak relate dengan kehidupan saya." Selain itu, buku ini menurutku bukanlah buku yang hanya dapat dibaca sekali agar paham akan nasihat sang penulis.
Buku ini saya dapatkan secara tak sengaja saat mengunjungi perpustakaan umum.
Buku ini sebetulnya menarik. Ada bagian dimana saya terhibur dengan nasihatnya. Namun ada pula bagian-bagian dalam buku ini yang membuat saya merasa "wah, apa yang dikatakan penulis tidak bisa diterapkan karena tidak relate dengan kehidupan saya." Selain itu, buku ini menurutku bukanlah buku yang hanya dapat dibaca sekali agar paham akan nasihat sang penulis.
Hiki reviewed Hyouka by Honobu Yonezawa (Hyouka, #1)
Hyouka: edisi 1 review
4 stars
Setelah beberapa tahun buku ini menghiasi rak buku saya, akhirnya buku ini saya baca juga.
Sebelum saya membaca buku ini, saya telah menonton animenya dengan judul yang sama, hingga selesai (atau pada bagian "The Doll that Took a Detour").
Di seri pertama ini menurut saya tidak begitu spesial, ceritanya mirip dengan anime-nya, dengan sedikit sentuhan detail-detail kecil yang tak tampak di anime.
Walau begitu, saya akan membaca volume selanjutnya.
Setelah beberapa tahun buku ini menghiasi rak buku saya, akhirnya buku ini saya baca juga.
Sebelum saya membaca buku ini, saya telah menonton animenya dengan judul yang sama, hingga selesai (atau pada bagian "The Doll that Took a Detour").
Di seri pertama ini menurut saya tidak begitu spesial, ceritanya mirip dengan anime-nya, dengan sedikit sentuhan detail-detail kecil yang tak tampak di anime.
Walau begitu, saya akan membaca volume selanjutnya.
Lebih baik daripada filmnya
5 stars
Sebelum saya membaca buku ini, saya telah menonton filmnya sebelumnya (dengan judul yang sama, yang dirilis pada tahun 1950-an), jadi saya penasaran apakah ceritanya bakal sama persis seperti film atau tidak.
Setelah membacanya, saya bisa bilang kalau bukunya jauh lebih baik dibandingkan filmnya (bukan berarti filmnya buruk, loh). Suasana pada masa sebelum, saat Perang Dunia Kedua, hingga masa setelah perang ditulis dengan sangat detail di sini. Membuat saya, sebagai pembaca ikut merasakan seberapa kerasnya kehidupan pada masa-masa tersebut.
Hiki reviewed Hari ke-210 by Natsume Soseki
Hari Ke-210 review
3 stars
Karya Natsume Soseki ini tak sengaja saya temukan di perpustakaan umum.
Ceritanya cukup menarik, dan dapat dibaca dalam waktu beberapa jam saja. Saya tak menyangka Soseki-sensei membuat novel pendek seperti ini.
Inti dari buku ini adalah: jangan pernah melawan kuasa alam, apalagi ketika ia sedang murka, walau temanmu bersikeras ingin melawan serta menaklukannya.
Hiki reviewed In Another World with Household Spells: Volume 3 by Rika (In Another World with Household Spells, #3)
Hiki reviewed Goodbye, things by Fumio Sasaki
Buku yang bagus untuk para minimalis pemula
5 stars
Setelah Marie Kondo dengan metode bersih-bersihnya menginspirasi saya, kini Fumio Sasaki menginspirasi saya untuk menjadi seorang minimalis.
Tips-tips serta filosofi minimalis yang diberikan pun menarik, bahkan saya langsung menerapkan beberapa diantaranya begitu saya selesai membaca buku ini.
Ini adalah buku yang rasanya dapat dibaca berkali-kali bagi para minimalist di luar sana (termasuk saya, tentunya).
Hiki reviewed Dagashi-ya Yahagi: Setting Up a Sweets Shop in Another World: Volume 3 by Bunzaburou Nagano (Dagashi-ya Yahagi: Setting Up a Sweets Shop in Another World, #3)
Volume 3 review
4 stars
Volume kali ini pun ringan dibaca. Yusuke pindah ke daerah baru bernama Luganda dan ia jugalah yang menjadi kepala daerahnya.
Yang saya suka dari volume ini adalah munculnya mainan Mini 4WD (atau di volume ini bernama Mani 4WD). Membaca bagian tersebut membuat saya kangen masa-masa main Mini 4WD saat saya masih kecil.














